Label

Rabu, 26 September 2018

MENGATUR KEUANGAN RUMAH TANGGA





Well, sebenarnya nulis ini sekadar mau mengeluarkan unek-unek atau sharing sih..heheheh
Aku belum ahli dalam mengatur keuangan, malah jauh dari kata-kata handal dalam mengatur keuangan. Tepok Jidat! sambil istigfar.

Setelah sekian tahun berumah tangga aku menyadari diriku ini apalah ya, seorang ibu rumah tangga yang belum bisa handal mengatur keuangan. Padahal kebanyakan seorang istri dan ibu pasti bisa handal melakukan itu, (menurut aku lho ya). Lihat temen-temen di tempat kerja kayae ahli banget dalam budgeting finansial mereka, sehingga bikin aku kagum gituuu. Aku mah apa?yang semua di pengeni di beli, nggak ada perencanaan, nggak ada pencatatan semua mua mengalir apa adanya yang akibatnya akhir bulan pasti keteteran. Aku sudah terlena dengan indahnya dunia,, Tsahhhh!

Punya anak dua bikin aku banyak belajar, terutama masalah keuangan. Jadi bikin aku sadar dan melek, ayo nih harus segera di rubah. Di rubah kebiasaannya biar uang nggak terbuang percuma. Punya anak dua harus mulai mikir nabung, nabung buat anak sekolah, nabung buat rumah, nabung buat kendaraan nabung buat usaha dan lain-lain. Harus di buang buang jauh egonya, nggak semua yang di pengeni di beli. Catet!! Wanita sering lupa hal ini.

Perkataan suami kapan hari jadi pengingat aku juga, bapak e bilang hidup sewajarnya, nggak semua keinginan anak harus di penuhi  biarkan anak merasakan perjuangan mendapatkan sesuatu agar mereka tidak manja dewasanya. Beli sesuatu janganlah lihat brandnya tapi kegunaannya, seorang anak tidak akan mengerti pakaian yang di pakai merk terkenal apa nggak, harganya berapa, belinya dimana tapi kadang ego orang tuanyalah yang memaksa membeli barang bermerk. Hikss pak suami lagi bijaksana banget pokoknya serasa tertohok banget nih.

Jadiiii intinya mengatur keuangan rumah tangga bukan hal yang mudah bagiku. Harus melalui proses panjang sehingga aku baru sadar pentingnya ilmu ini. Jadi step awal yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan rumah tangga adalah :

1. Catet tiap pemasukan dan pengeluaran

2. Sisihkan tabungan di awal bulan

3. Bayar tagihan dan hutang

4. Bayar zakat atau sedekah

5. Beli karena butuh bukan karena ingin

Itu yang masih bisa aku lakukan saat ini, semoga kedepan bisa berkembang lebih baik. Semoga tulisan ini bermnfaat. Maaf jika intronya terlalu panjang heheheh



Selasa, 25 September 2018

10 Lagu Favorit September 2018

1. Yogyakarta yang dicover sama Nufi Wardhana
2. Tentang Rindu By Virzha
3. Happy Now By Zed, Elle Duhe
4. Meraih Bintang By Via Vallen
5. Girl Like You By Maroon 5
6. What Lover Do By Maroon 5
7. In My Blood By Shawn Mendes
8. I am Mess By Bebe Rexha
9. Separuh Nyowo By Nella Kharisma
10. Delicate By Taylor Swift

Senin, 02 Oktober 2017

MENGATASI AURA NEGATIF DI TEMPAT KERJA

Tempat kerja atau kantor merupakan rumah kedua bagiku, karena sebagian besar waktu kuhabiskan di kantor. Selayaknya rumah haruslah suasananya nyaman, lingkungan mendukung dan antar teman solid dalam bekerjasama. Tapi terkadang yang di harapkan tak seindah bayangan (Curhat..hahah).
Kadang terjadi friksi-friksi atau gesekan dengan teman maupun atasan sehingga membuat tempat kerja jadi kurang nyaman dan kinerja tidak maksimal.





Bulan September kemarin sempat menemukan artikel yang menarik di Tabloid Bintang edisi minggu ketiga September 2017 yang isinya mengenai "3 Langkah untuk Melawan Aura Negatif di Kantor". Di dalam artikel tersebut di jelaskan bahwa aura negatif di kantor ternyata bisa berdampak pada semangat kerja dan menurunkan produktifitas. Perilaku yang biasa menyebabkan aura negatif tersebut antara lain menggerutu, mengeluh, menyalahkan, bergosip, mencurigai, merendahkan, pesimis, mendiamkan, dll. Aura  negatif bisa mengindasikan ada masalah (dalam diri seseorang) dan menjadi pemicu munculnya perilaku negatif dari orang lain, jadi perilaku negatif ini menular ke orang lain.




Namun kita bisa mempengaruhi orang lain untuk mengalihkan aura negatif ke positif. Menurut Paul White, Ph D psikolog, pembicara, pelatih sekaligus penulis buku tentang psikologi terapan di dunia kerja dari Universitas Utah, AS, ada 3 langkah dalam menghadapi dan mengatasi aura negatif di tempat kerja, yaitu :

1. Jangan Ikut Dalam Hal Negatif
    Ketika orang lain mengeluh diamlah. Jika teman lain bergosip dan membicarakan hal buruk jangan ikut-ikutan. Jangan ikut terbawa energi negatif.

2. Berikan Kontribusi Positif
    Sebuah komentar positif di tengah obrolan panas beraura negatif ibarat menyiram air di bara api. Jika tidak bisa memberi komentar bijaksana cobalah lontarkan gurauan. Sedikit canda tawa bisa menetralkan aura negatif

3. Cobalah Bersyukur
    Jika yang kita harapkan tidak sesuai kenyataan, pikirkanlah kembali apakah harapan kita terlalu tinggi dan tidak relistis?. Belajarlah untuk lebih bersyukur dan mencari hikmah di balik situasi apapun.

Artikel tersebut menurutku sangat bermanfaat, sampai aku tulis di jurnal agar aku selalu ingat. Karena menurutku bagus maka aku menuliskan disini juga. Semoga bisa bermanfaat bagi orang lain dan bisa membuat kita tetap semangat bekerja.

Minggu, 01 Oktober 2017

20 LAGU FAVORIT SEPTEMBER 2017

Akhir-akhir ini punya daftar lagu favorit yang sering di putar tiap hari. Karena sekarang jadi fulltime mom yang seharian penuh di rumah, dengerin musik serasa jadi kebiasaan. Tiap pagi ma sore pas mandiin anak pasti dengerin musik melalui radio, mp3 maupun langsung lewat youtube.
Aku suka semua jenis lagu, yang penting enak di dengar dan lirik lagunya bisa mengena. Semenjak di rumah lagu yang diputar lebih sering dangdut karena terpengaruh suami dan adik yang sukanya lagu dangdut hahaha.

Berikut daftar lagu yang sering aku putar :

1. Zayn Malik, Dusk Till Dawn ft Sia
2. Sam Smith, Too Good at Goodbyes
3. Dua Lipa, New Rules
4. Louis Tomlison, Back To You ft. Bebe Rexha
5. Imagine Dragon, Walking in the wire
6. Charlie Puth, Attention
7. Shawn Mendez, There's Nothing Holdin' Me Back
8. Ed Sheeran, Perfect
9. Taylor Swift, Look What You Made Me Do
10. Niall Horan, Slow hand
11 Justin Bieber, Friends
12. Alan Warker, Tired
13. Jonas Blue, Mama ft. willian Singe
14. Payung Teduh, Akad
15. Via Vallen, Sayang
16. Nella Kharisma, Konco Mesra
17. Nella Kharisma, Di Tinggal Rabi
18. Nella Kharisma, Jaran Goyang
19. Nella Kharisma, Bojo galak
20. Nella Kharisma, Aku Cah Kerjo



Sabtu, 30 September 2017

REVIEW BUKU THE NAKED TRAVELER #1



Selesai baca buku ini dalam 3 hari, dalam fikiranku busyet dah mbak Trinity ini bisa keliling indonesia dan dunia dengan segala ceritanya yang unik, orsinil, lucu dan tentunya NEKAD. I love bukunya, walau bikin aku jadi kepingin travelling juga (walau sulit diwujudkan bagi emak-emak kaya aku)hehehe.
Aku bayangin mungkin aku dan penulis ini sedikit mempunyai kemiripan, karena aku juga suka backpackeran (dalam angan2).Sebut saja jika aku mempunyai waktu dan kesempatan aku pasti melakukan traveling dengan gaya yang kurang lebih sama dengan penulis.(Tapi nggak senekad dalam buku ini)hahaha.
Dengan baca buku ini kita akan tahu lebih detail tentang tempat-tempat belahan di dunia maupun Indonesia yang orang tidak ketahui. Hal-hal unik yang terjadi pada penulis bisa bikin ketawa sekaligus mengernyitkan dahi karena hal yang baru pertama aku ketahui. Pun tak luput ada cerita yang berisi suasana mistis yang serem juga.
Ahh..pokoknya aku sukalah sama buku ini, pengen lanjut baca buku berikutnya dan berikutnya.



Rabu, 27 September 2017

MALAM BERSAMA IBUK

Malam ini berduaan sama ibuk di rumah. Bapak, adik-adik sama suami lagi keluar liad final lomba voly antar desa.
Kami asyik ngobrol dengan topik yang bermacam-macam. Karena lama tidak ketemu dan ngobrol berdua gini jadi ngerasa quality time banget.
Ngobrol bareng sama ibuk itu bisa ngomongin apa aja , karena beliau emang seneng cerita dan aku jadi pendengar setia hehehe.
Dulu waktu aku masih SMA kegiatan ngobrol kaya gini jadi kegiatan yang membosankan bagiku, karena aku merasa ibuk terlalu panjang ceritanya dan isinya terlalu menasihati dan aku nggak suka hahaha. maaf ya buk.
Padahal aku tau di setiap cerita ibuk, beliau selalu menyisipkan nasihat dan hikmah yang bisa di ambil dan itu baru bisa aku rasakan sekarang. Mendengar beliau cerita rasanya aku tersentil dan merasa diingatkan kembali agar selalu berbuat baik.
Mungkin untuk sekarang adik-adikku juga merasakan apa yang dulu aku rasakan, bosan dan jenuh denger ibuk cerita hehehe, tapi percayalah moment ngobrol bareng ibuk seperti ini pasti bakal kalian rindukan.
sumber : pixabay.com

Selasa, 19 September 2017

MAU ANAK BERAPA?




Pertanyaan yang tepatnya saya tujukan pada diri sendiri. Menulis masalah ini karena barusan ngobrol dengan saudara, dia punya anak satu cewek dan sudah berusia 6 tahun, karena sudah latah kebiasaan bertanya langsung saya tanya "Kapan ini punya adik?sudah besar lho".
Sudah tau ini salah satu pertanyaan krusial banget (Selain kapan nikah? dan seterusnya), bisa membawa mood jadi kurang baik dan merubah suasana jadi nggak enak kok tetap saya tanyakan. hahahah

Dari jawaban saudara aku tuh, bilangnya nggak mau nambah anak lagi, cukup satu aja tapi diurus dengan baik dan benar daripada banyak anak ntar nggak bisa ngurus dengan maksimal karena faktor ekonomi.



Trus kapan hari denger cerita ada tetangga yang punya sodara yang punya anak 5, anak yang terakhir kembar masih berumur 5 bulanan trus anak 3 sebelumnya hanya berjarak satu sampe dua tahun. (yang paling besar masih kelas satu sekolah dasar). Jadi anak-anaknya tuh berdekatan banget umurnya, kalo orang desa bilangnya "mbridil'. Bisa bayangin khan betapa rempong momongnya???
Sang ayah kerjanya berjualan mainan di sekolah, ibunya nggak kerja. Sang istri mempunyai prinsip nggak mau ikut KB karena mempunyai pemikiran banyak anak banyak rezeki. Tapi di lain pihak juga istrinya  nggak begitu pandai mengurus anak dan rumah. Jadi kadang ada sebagian anak yang ikut ayahnya ikut berjualan disekolah, anak yang lainnya ikut mbahnya, trus untuk urusan rumah yang  masak, nyuci baju, bersih-bersih rumah dilakukan sang suami sementara istri kadang bantuin kadang nggak. Dalam hati mikir sabar banget ya suaminya.heheheh
Trus sampe anaknya udah 5 ini sang istri juga nggak mau KB, inginnya tetap nambah anak. Beuhhh,,hebat ya?
Dari dua cerita tadi sangat bertolak belakang ya? satunya anak satu sudah cukup  satunya ingin anak banyak.

Setiap pasangan suami istri pasti sudah mempunyai rencana ingin mempunyai anak berapa, dan tentu masing-masing orang nggak sama.
Menurutku terserah ingin punya anak berapa, yang penting kita bisa bertanggungjawab. Bertanggungjawab terhadap pilihan kita. Mempunyai anak berapa pun boleh tapi kita harus mempunyai kewajiban mengurus, membimbing dan membesarkan anak dengan baik. Karena anak adalah titipan dan amanah dari Tuhan. Setiap anak mempunyai hak untuk dirawat dengan baik oleh orang tuanya, jadi nggak hanya sekadar mempunyai anak dan selesai sudah. Kita harus mikir bagaimana nanti pendidikannya, kesehatannya, moralnya, masa depannya dan masih banyak lainnya.

Jadi mau anak berapa?