Selasa, 19 September 2017

MAU ANAK BERAPA?




Pertanyaan yang tepatnya saya tujukan pada diri sendiri. Menulis masalah ini karena barusan ngobrol dengan saudara, dia punya anak satu cewek dan sudah berusia 6 tahun, karena sudah latah kebiasaan bertanya langsung saya tanya "Kapan ini punya adik?sudah besar lho".
Sudah tau ini salah satu pertanyaan krusial banget (Selain kapan nikah? dan seterusnya), bisa membawa mood jadi kurang baik dan merubah suasana jadi nggak enak kok tetap saya tanyakan. hahahah

Dari jawaban saudara aku tuh, bilangnya nggak mau nambah anak lagi, cukup satu aja tapi diurus dengan baik dan benar daripada banyak anak ntar nggak bisa ngurus dengan maksimal karena faktor ekonomi.



Trus kapan hari denger cerita ada tetangga yang punya sodara yang punya anak 5, anak yang terakhir kembar masih berumur 5 bulanan trus anak 3 sebelumnya hanya berjarak satu sampe dua tahun. (yang paling besar masih kelas satu sekolah dasar). Jadi anak-anaknya tuh berdekatan banget umurnya, kalo orang desa bilangnya "mbridil'. Bisa bayangin khan betapa rempong momongnya???
Sang ayah kerjanya berjualan mainan di sekolah, ibunya nggak kerja. Sang istri mempunyai prinsip nggak mau ikut KB karena mempunyai pemikiran banyak anak banyak rezeki. Tapi di lain pihak juga istrinya  nggak begitu pandai mengurus anak dan rumah. Jadi kadang ada sebagian anak yang ikut ayahnya ikut berjualan disekolah, anak yang lainnya ikut mbahnya, trus untuk urusan rumah yang  masak, nyuci baju, bersih-bersih rumah dilakukan sang suami sementara istri kadang bantuin kadang nggak. Dalam hati mikir sabar banget ya suaminya.heheheh
Trus sampe anaknya udah 5 ini sang istri juga nggak mau KB, inginnya tetap nambah anak. Beuhhh,,hebat ya?
Dari dua cerita tadi sangat bertolak belakang ya? satunya anak satu sudah cukup  satunya ingin anak banyak.

Setiap pasangan suami istri pasti sudah mempunyai rencana ingin mempunyai anak berapa, dan tentu masing-masing orang nggak sama.
Menurutku terserah ingin punya anak berapa, yang penting kita bisa bertanggungjawab. Bertanggungjawab terhadap pilihan kita. Mempunyai anak berapa pun boleh tapi kita harus mempunyai kewajiban mengurus, membimbing dan membesarkan anak dengan baik. Karena anak adalah titipan dan amanah dari Tuhan. Setiap anak mempunyai hak untuk dirawat dengan baik oleh orang tuanya, jadi nggak hanya sekadar mempunyai anak dan selesai sudah. Kita harus mikir bagaimana nanti pendidikannya, kesehatannya, moralnya, masa depannya dan masih banyak lainnya.

Jadi mau anak berapa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar